Tips Agar Dompet Tampil Ramping dan Tipis Sehingga Anda Merasa Nyaman dan Sehat

Sebuah dompet yang ramping, bermerek C Slimmy

Sebuah dompet yang ramping, bermerek C Slimmy

Jaman dahulu, dompet tebal sangat diinginkan kita semua karena itu berarti bahwa kita punya banyak uang. Namun jaman sekarang berbeda. Membawa dompet tebal tidaklah nyaman karena ukurannya tersebut membuat kita jadi makin ribet. Jika ditaruh di saku celana atau tas, saku atau kantung jadi penuh dan menonjol sehingga mempersempit ruang dan mengurangi kenyamanan duduk kita. Belum lagi di dalam dompet isinya banyak sekali, dari uang kertas, koin, kartu, foto, dll yang menyusahkan kita saat mencari-cari sesuatu. Oleh karena itu, dompet yang bisa tampil ramping dan tipis makin banyak disukai masyarakat sekarang. Agar dompet makin tipis tanpa mengurangi isinya, ada langkah-langkah atau tips yang harus kita lakukan, yaitu:

  1. Gunakan sedikit kartu.
    Hanya membawa satu kredit dan satu atau dua kartu debit dapat memiliki keuntungan, terutama jika Anda rentan terhadap kehilangan sesuatu. Hanya membawa satu atau dua kartu, bukan lima atau enam, juga dapat mengurangi kerumitan untuk memblokir kartu-kartu jika Anda kehilangan dompet Anda.
  2. Kurangi membawa uang cash.
    Anda sudah membawa kartu debit. Sebisa mungkin, gunakan kartu debit Anda setiap kali berbelanja atau bertransaksi, sehingga ketergantungan terhadap uang kertas akan menurun. Cukup bawa uang kertas atau recehan secukupnya saja untuk bertransaksi dengan orang lain yang tidak menerima pembayaran melalui kartu atau untuk transaksi kecil.
  3. Foto nota atau resi setelah bertransaksi.
    Tidak ada alasan untuk menyimpan resi-resi (atau kenang-kenangan) di dompet Anda. Dompet bukanlah perpustakaan.
  4. Gunakan dompet berukuran ramping.
    Dengan dompet yang berukuran ramping, mau tidak mau akan memaksa kita untuk menyimpan sedikit kartu atau uang di dompet. Bawalah kartu, uang, atau hal lainnya sesuai prioritas. Apabila Anda punya banyak kartu, pilihlah kartu yang paling sering digunakan dan paling dibutuhkan untuk dimasukkan dompet.
  5. Tinggalkan foto Anda di rumah.
    Ada beberapa hal yang tidak ingin Anda buang, sepert foto dari teman, kerabat dan hewan peliharaan. Kita semua ingin mengingat orang yang kita cintai. Tapi apakah duduk di dalam dompet hangat di bawah pantat Anda adalah cara yang baik untuk menghargai mereka? Tentu saja tidak. Sebaiknya taruhlah foto di rumah di dalam album atau dalam bingkai yang cantik. Jika ingin melihat foto-foto tersebut saat di luar rumah, cukup dengan menyimpan foto-foto tersebut di dalam smartphone.
Bagikan:

Menyimpan Dompet di Saku Belakang Celana Berisiko Merusak Saraf

dompet-disakubelakangDimana anda menyimpan dompet anda? Apakah anda menaruh dompet di saku belakang celana seperti halnya kebanyakan pria? Jika dibandingkan dengan kaum hawa yang lebih suka menempatkan dompet di dalam tas mereka, pria lebih suka menaruh dompet di saku belakang celana. Hal ini disebabkan karena ukuran dompet pria yang biasanya lebih kecil dibandingkan dompet wanita, alasan lainnya adalah karena kemudahan jika harus membayar sesuatu sehingga tidak perlu membuka tutup tas, cukup mengambil dengan cepat dari saku celananya. Dengan menyimpannya di saku belakang, maka pria akan mendudukinya saat duduk sehingga mempengaruhi keseimbangan. Hal ini ternyata sangat bahaya bagi saraf dalam tubuh.

duduk-diatas-dompet
Para ahli mengungkapkan orang-orang yang duduk dengan dompet di saku belakang celana memiliki risiko merusak saraf-saraf kunci atau saraf-saraf Sciatic. Dengan menduduki dompet, maka posisi salah satu pantat akan terganjal beban setebal sekitar satu inchi, atau tergantung ketebalan dompet. Posisi ini akan mengakibatkan duduk secara miring sehingga orang akan mengkompensasinya dengan menggeser posisi tulang bagian belakang. Jika posisi duduk ini diulang terus-menerus bisa mengakibatkan kerusakan pada saraf dan tulang. Kondisi ini sudah menjadi sangat umum di masyarakat hingga dijuluki dengan nama ‘hip-pocket syndrome’ atau ‘wallet-neuropathy’.

“Saat ini semakin banyak pasien saya yang datang ke klinik dengan keluhan seperti itu. Kondisi ini dipicu oleh posisi dompet yang menekan saraf di belakang tubuh dan seiring waktu bisa menyebabkan linu panggul,” ujar Julian Forth, seorang fisioterapis di Buckhurst Hill, Essex. Demikian seperti dilansir BBC.

Sciatic awalnya dirasakan pada bagian punggung bagian bawah lalu menjalar ke bagian paha belakang. Kemudian berlanjut ke daerah lutut.

Kondisi ini juga bisa mengakibatkan rasa sakit atau mati rasa pada pergelangan kaki, kaki bagian bawah dan menimbulkan rasa sakit saat berjalan, duduk atau berbaring.

Saraf Sciatic merupakan saraf terbesar di tubuh pada bagian belakang daerah bawah lutut, yang berawal dari sumsum tulang belakang lanjut hingga kaki. Hal ini terjadi karena saat dompet berada di saku belakang, tanpa sadar posisi duduk menjadi miring sehingga terjadi ketidakseimbangan yang melibatkan otot, tulang, dan sistem saraf. Saat kondisi ini terjadi, panggul berusaha untuk tetap menjaga keseimbangan, namun yang terjadi justru kurva kompensasi tulang belakang menjadi tidak sejajar. Kemudian mempengaruhi pergeseran bahu dan menyebabkan nyeri pada leher, punggung, dan bahu.

Pernahkah Anda sadari bahwa tidak peduli bagaimana posisi tubuh Anda, kepala Anda akan selalu berusaha untuk tetap tegak. Keseimbangan dan penglihatan Anda bekerja terbaik ketika kepala Anda berada dalam posisi ini. Untuk alasan inilah, otak akan selalu berusaha untuk menjaga kepala Anda dengan posisi setegak mungkin.

Melihat begitu banyak resiko yang dapat dialami, sangat dianjurkan untuk tidak menyimpan dompet di saku belakang celana demi kesehatan saraf dan tubuh. Simpanlah dompet di saku depan, saku baju, atau tas. Apabila disimpan di saku belakang celana, ambillah dompet sebelum anda duduk.

Bagikan:

Walli, Dompet Cerdas Anti Hilang

Dompet adalah hal wajib bagi kita saat bepergian, baik itu ke kantor maupun jalan-jalan. Tentu saja bepergian tanpa membawa dompet terasa ada yang kurang, sebab bagi sebagian besar orang dompet merupakan ‘tas’ minimalis untuk untuk barang-barang pribadi, bukan saja uang tapi juga berupa kartu identitas maupun berbagai jenis kartu lainnya serta foto.

Biasanya orang akan panik jika dompetnya hilang, terjatuh atau ketinggalan disebuah tempat. Parahnya, setelah kembali ke tempat tersebut, dompet itu sudah hilang dan tak tahu dimana harus mencarinya. Di dalam kendaraan umum pun terkadang kaget dan baru sadar jika baru saja kecopetan setelah hendak membayar ongkos.

Kini dengan kecanggihan dan perkembangan teknologi, masalah seperti dompet ketinggalan atau berpindah tangan sudah dapat diantisipasi. Dompet Walli, sebuah dompet pintar yang mampu terhubung dengan telepon genggam anda.

Walli-The-Smart-Wallet
Dengan sistem Radio Frequency Identification (RFID) dompet ini akan menghantar notifikasi jika ke ponsel Anda jika dompet tersebut berpindah tangan atau ketinggalan di sebuah tempat.

Walli memiliki tempat penyimpanan kartu yang dapat mendeteksi jika kartu ini ketinggalan disebuah tempat. Sebagai contoh Anda baru saja menggunakan kartu kredit di kasir, namun Anda lupa mengambilnya, maka dompet Walli akan berdering dan mengirimkan teks jika kartu tersebut tidak masuk di dompet. Dompet ini juga memiliki ketahanan bateri hingga 6 bulan dan boleh diganti dengan mudah.

Anda pun bisa menemukan hp anda jika yang hilang adalah hp anda, yaitu dengan cara ketuk dompet sebanyak dua kali maka hp akan berbunyi, dengan catatan hpnya berada tidak jauh dari dompet anda.

Dompet ini di dalamnya mempunyai slot sebagai berikut:
– 3 slot kartu kredit
– 2 slot kartu nama
– 1 slot untuk paspor
– 1 sekat untuk menyimpan uang
– 1 sekat untuk menaruh boarding pass atau tiket check in pesawat

Aplikasi ponselnya tersedia di Google Playstore dan Apple App Store.

Bagikan:

Laris Manisnya Kerajinan Tas dan Dompet Berbahan Kulit Ikan Pari

Kerajinan tas dan dompet dengan bahan baku kulit ikan pari di Dukuh dan Desa Sambon RT 08 RW 02 Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang dinilai masih langka, kini banyak menarik minat pembeli dari berbagai daerah di Indonesia.

Seorang perajin yang juga warga setempat, Wawan Purnomo (46 tahun) mengaku saat ini sedang melayani permintaan dari beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan beberapa kota besar di Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Bahkan, hasil produksinya sudah mampu menembus pasar ekspor seperti Swiss dan Belgia.

“Saya melayani permintaan pasar rata-rata 200 hingga 300 buah dompet per bulan. Jumlah sesuai dengan kemampuan produksi,” kata Wawan yang menggeluti bisnis tersebut sejak 2008, seperti dikutip dari Republika.

Produk kerajinan berupa dompet dijual dengan harga Rp 200 ribu, ikat pinggang dijual dengan harga sekitar Rp 700 ribu per buah dan tas antara Rp 700 ribu hingga Rp 4 juta, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Hingga saat ini, Wawan mengaku tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan pasokan bahan baku berupa kulit ikan pari yang diperoleh dari Jepara, dengan harga bahan baku sekitar Rp 90 ribu per lembar dengan ukuran tujuh inci.

Namun, ia mengalami kesulitan untuk mencari tambahan tenaga kerja guna meningkatkan produksi kerajinan tersebut. “Saya kesulitan mencari tenaga kerja karena harus melatih terlebih dahulu dari nol sehingga membutuhkan waktu lama,” kata Wawan.

Ia mengaku sudah mencoba mencari tambahan tenaga kerja untuk proses produksi, seperti penyamakan kulit hingga pembuatan desain dan menjahit, anmun kesulitan untuk mendapatkannya. Saat ini, katanya, usaha kerajinan itu mempekerjakan tiga orang dengan kemampuan produksi sekitar 200 buah per bulan. “Saya kini sedang melayani pesanan dalam negeri saja, sedangkan sebelumnya sempat ekspor ke Swiss dan Belgia,” katanya.

Bagikan:

Cara Membersihkan Tas dan Dompet Kulit Berwarna Putih

taskulitputih
Tas dan dompet kulit berwarna putih memang terlihat anggun dan cantik, namun bisa menjadi magnet bagi kotoran dan noda. Kotoran akan mudah terlihat jika menempel pada dinding tas. Tapi Anda tak perlu takut. Tas kulit putih bisa dibersihkan dari kotoran dan noda hingga tampak.seperti baru. Kunci untuk berhasil membersihkan tas kulit putih Anda tidak hanya terletak dalam menghilangkan noda saja, tetapi juga dalam memastikan bahwa Anda menggunakan bahan yang tepat untuk menghindari kerusakan pada kualitas kulitnya. Berikut ini adalah cara untuk membersihkan noda kotoran yang menempel di tas/dompet kulit putih:

  1. Keluarkan barang-barang yang tersimpan di dalamnya. Balikkan posisinya dan kocok-kocok di atas tempat sampah agar kotoran yang berada di dalam berjatuhan. Setelah itu tutup ritsletingnya rapat-rapat.
  2. Baringkan handuk putih pada permukaan yang datar untuk digunakan sebagai alas. Ini akan melindungi permukaan lantai dari pemutih / larutan pembersih serta melindungi tas Anda dari resiko terciprat noda lagi selama proses pembersihan.
  3. Tutupi tangan Anda dengan sarung tangan plastik bening atau putih dan campurkan 1/3 cangkir pemutih ke dalam 1 cangkir air panas. Pemutih terlalu keras untuk digunakan pada kulit finished. Jika kulit tas Anda adalah kulit finished, gunakan sabun cair lembut bukannya pemutih. Menggunakan pemutih murni langsung pada kulit bisa merusak kualitas kulit. Sebaliknya, mencampur pemutih dengan air, akan menghasilkan larutan pembersih yang aman dan efektif untuk tas Anda yang berbahan kulit mentah.
  4. Rendam kain putih lembut ke dalam pemutih atau sabun. Peras untuk mengekstrak kelebihan cairan dari kain sebelum melapkannya pada dompet Anda. Dengan kain basah, gosok daerah bernoda dari tas sampai mereka bersih. Rendam lagi kain dalam larutan dan peras, lalu lap area lainnya. Setelah noda terserap ke dalam kain, putar kain agar bisa menyerap noda lagi. Ulangi di area-area lain dari dompet Anda hingga bersih.
  5. Jika ada noda membandel yang susah dibersihkan, misalnya tinta, Anda bisa menggunakan hairspray untuk membersihkannya. Caranya, semprotkan sedikit hairspray tepat di noda tinta tersebut. Tunggu sebentar lalu gosok dengan kain. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat merusak kulit.
  6. Ambil kain putih bersih yang lembut & kering. Lap sisa air di atas permukaan tas/dompet kulit. Setelah tas benar-benar kering, semprotkan pelindung kulit berbasis air atau kondisioner ke seluruh bagian tas/dompet. Lalu gantung di tempat yang kering, namun jangan langsung terkena sinar matahari. Terkena sinar matahari secara langsung akan membuat kualitas kulit menjadi turun dan bisa menyebabkan retak-retak di permukaan.
Bagikan:

Bunyi Tulisan Tangan yang Berada di Dalam Dompet Kurt Cobain

kurt-cobain-tulisan-di-dompetDepartemen kepolisian Seattle mempublikasikan sebuah catatan tulisan tangan yang ditemukan di dalam dompet Kurt Cobain di lokasi tewasnya sang vokalis Nirvana tersebut.

Tulisan tangan tersebut berbunyi, “Do you Kurt Cobain take Courtney Michelle Love to be your lawful shredded wife, even when she’s a b-tch with zits and siphoning all [your] money for doping and whoring. Will you promise to f— her at least once a week, O.K.”

Yang artinya, “Apakah Anda, Kurt Cobain bersedia menerima Courtney Michelle Love untuk menjadi istri yang sah meskipun ia merupakan seorang pelacur dan menyedot seluruh uang Anda untuk memakai (narkotika) dan melacur. Apakah kamu berjanji untuk menggaulinya setidaknya sekali dalam seminggu, OK.”

Awalnya banyak yang mengira bahwa catatan yang sekilas seperti mencemooh janji pernikahan Cobain dan istrinya, Love, itu memang merupakan tulisan tangan Cobain sebagai wujud depresinya terhadap kehidupan rumah tangganya. Namun, anggapan itu disangkal oleh Charles R. Cross, penulis buku biografi Cobain, Heavier than Heaven, yang menuturkan bahwa penulis catatan itu justru adalah Courtney Love sendiri.

Cross mengungkapkan bahwa Love lewat email pernah berkata padanya bahwa ia telah menulis catatan itu dan memberikannya kepada Cobain pada tahun 1991, sebelum mereka menikah tanggal 24 Februari 1992.

Love, yang merupakan vokalis band the Hole, akhirnya angkat bicara dan mengatakan bahwa dialah yang menulis catatan tersebut.

Sejak Kurt Cobain meninggal karena bunuh diri pada tahun 1994, sampai sekarang Love belum menikah lagi.

Bagikan:

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Menguras Dompet

dompetkosong
Apakah Anda merasa boros? Atau tahu-tahu uang Anda cepat habis, padahal tidak merasa belanja banyak? Atau Anda ingin berhemat? Jika ya, simak hal-hal atau kebiasaan sepele berikut ini yang bisa membuat dompet cepat tipis.

1. Mudah tergiur promo

Terkadang orang terpancing akan kehadiran promo seperti diskon 50%, buy one get one, beli tiket seharga cuam sekian di tanggal sekian, dll. Di saat kita butuh, memang baiknya beli yang promo sesuai kebutuhan. Namun disaat tidak butuh, jangan terpancing. Misalnya ada promo tiket pesawat ke Bali dari Jakarta dengan harga sangat murah. Kalau pas tidak butuh, jangan beli. Ingat, kita tidak hanya mengeluarkan uang untuk tiket pesawat, namun biaya hidup dan jalan-jalan saat berada di Bali. Belum untuk beli oleh-oleh yang dinanti orang atau teman-teman kita.

Contoh lainnya adalah Anda membeli sesuatu kemudian ditawari sebuah hadiah tertentu jika menambah atau mengubah apa yang ingin Anda beli tersebut. Misalnya ketika membeli makanan cepat saji dan pramusajinya menawarkan sebuah bonus CD musik apabila menambah paket makanan tertentu. Apakah Anda membutuhkannya atau menginginkannya? Apabila kita tidak membutuhkannya dan harganya lebih mahal, sebaiknya kita tidak perlu mengikuti saran pramusaji tersebut.

2. Suka mencoba-coba hal baru secara berlebihan

Banyaknya kafe dan restoran sekarang ini dengan konsep yang bermacam-macam dan menu-menu baru memang memancing penasaran calon pelanggan untuk datang. Coba-coba ini memang bisa memunculkan pengalaman baru. Namun sayangnya, jika sering coba-coba sana sini, lama-lama Anda bisa bangkrut juga. Mencoba boleh-boleh saja, namun jangan keseringan.

3. Gesek kartu kredit untuk barang yang tidak mampu dibeli

Membeli barang menggunakan kartu kredit memang menyenangkan. Kita tinggal gesek untuk membayarnya.Namun dengan kemudahan tersebut, kita bisa lupa dalam berbelanja dan akhirnya tagihan pun membengkak. Itu artinya kita tidak bisa seenaknya gesek kartu kredit untuk membeli berbagai barang. Terlebih benda yang dibeli cukup mahal dan tidak terlalu dibutuhkan. Terlebih, Anda harus membayar cicilan kartu kredit berikut bunganya yang bervariasi antara 0-10%.

4. Sering membeli kebutuhan remeh temeh

Sering belanja camilan ini itu? Atau beli secangkir kopi di kafe dibanding membuatnya sendiri? Suka merokok? Kebutuhan itu mungkin terlihat kecil dan sepele. Namun jika dilakukan berulang kali secara rutin maka tidak sedikit uang yang kita keluarkan. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit bukan?

5. Punya banyak kartu keanggotaan

Dunia usaha sekarang ini menawarkan banyak kelebihan, fitur, dan pelayanan lebih bagi pelanggan yang mempunyai kartu keanggotan. Mulai dari minimarket, gym, SPBU, aplikasi handphone, sampai mall-mall besar beramai-ramai menawarkan keanggotaannya. Kita memang bisa mendapatkan keuntungan dengan keanggotaan atau membership tersebut. Namun kita wajib pilah pilih. Tidak semua keanggotaan gratis. Ada yang gratis namun dengan syarat harus berbelanja dengan jumlah minimal sekian dan sekian.

Bagikan:

Tips Memperlicin Ritsleting yang Macet

ritsleting
Ritsleting tas/dompet/baju anda macet? Susah/seret untuk digeser-geser? Tak usah khawatir. Ada cara mudah untuk membuat ritsleting tersebut jalan kembali dengan licin. Berikut ini adalah bahan-bahan yang bisa membuat ritsleting tersebut menjadi licin:

  1. Lip balm. Oleskan lip balm lalu gerak-gerakan hingga olesan merata ke gigi-ggi ritsleting.
  2. Lilin batangan. Gosokkan lilin tersebut pada bagian ritsleting yang macet lalu gerak-gerakan dengan gerakan membuka dan menutup. Setelah itu, lap dengan kain/kanebo/tisu agar bersih dan tidak berminyak.
  3. WD-40. Semprotkan WD-40 ke bagian yang seret. jangan lupa untuk menutup bagian lainnya agar tidak kecipratan semprotannya. WD-40 sangat berguna untuk melumasi dan menghilangkan karat-karat yang menempel.
Bagikan:

Dompet Motif Rubah Karya REDvalentino

Anda suka dompet atau tas bermotif binatang? Motif binatang adalah motif yang sudah ada sejak dulu hingga sekarang. Kuno? Tentu saja tidak. Motif binatang adalah motif yang sifatnya timeless, yaitu tak lekang oleh waktu dan selalu hadir dengan nuansa baru. Baru-baru ini, desainer dompet berlabel Redvalentino mengeluarkan dompet hpo baru bermotif rubah. Binatang ini memang jarang kita temui, motifnya pun tentu saja tak pasaran. Dari depan, dompet ini didesain dengan warna mencolok sehingga terkesan garang. Terbuat dari bahan kulit suede yang dilengkapi dengan tali panjang yang bisa dipasang maupun dilepas. Dompet ini berukuran 12cm x 28cm x 1cm.
redvalentino-dompet-rubah

redvalentino-dompet-rubah2

redvalentino-dompet-rubah3

Bagikan:

Dompet dengan Tampilan Seperti Pisau Daging

taspisauSekilas benda ini mirip sebuah golok yang biasa digunakan untuk memotong/mencincang daging. Namun ini bukanlah sebuah golok, melainkan sebuah dompet yang bentuknya mirip sebuah pisau daging dan mempunyai warna merah yang mirip seperti bercak darah. Dompet ini berukuran 14inch x 7inchi x 1 inchi dengan kedalaman saku 5inchi. Muat untuk menyimpan dompet kecil, handphone, lipstik, dan mascara. Dompet unik ini tersedia di toko online Amazon dengan banderol $34.95
taspisau2
taspisau-dalamnya

Bagikan:

Ulee Madon, Desa Penghasil Tas dan Dompet Etnik Khas Aceh

Bagi Anda yang akan atau sedang bepergian ke Aceh, Jangan lupa untuk mampir ke Desa Ulee Madon. Desa ini letaknya di kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Disini anda bisa menjumpai banyak pengrajin tas suvenir dengan motif-motif yang cantik dan khas ala Aceh. Warnanya pun bervariasi, namun karena banyaknya pemesanan dengan warna terang maka banyak pengrajin yang memprioritaskan pembuatan kerajinan tas dan dompet berwarna terang dan mencolok.

Kerajinan tas-tas ala Aceh. Photo via Viva.

Kerajinan tas-tas ala Aceh. Photo via Viva.

Tas etnik khas Aceh

Tas etnik khas Aceh

tas-etnik-aceh3
Tiap bulannya ada ribuan tas diproduksi di desa ini. Tasnya tak hanya dipasarkan di daerah lokal setempat atau dalam negeri, bahkan sudah menembus pasar internasional. Harganya bervariasi mulai dari Rp 15.000 untuk dompet hingga ratusan ribu rupiah untuk tas.

Bagikan:

Dompet Bentuk Pensil Karya Olympia Le-Tan

Olympia Le-Tan dikenal publik Eropa dengan karya-karyanya dalam membuat tas tangan berbentuk tempat buku. Sekarang label handbag ternama ini mengeluarkan produk baru yang berbentuk seperti pensil raksasa yaitu Pencil Clutch. Bentuknya silinder heksagonal dengan salah satu ujungnya meruncing seperti layaknya sebuah pensil. Dompet ini dibuat di Perancis, terbuat dari kulit dan mempunyai ukuran: panjang 7.5 inchi (19cm) x lebar 3.5in (9cm) x tinggi permukaan silinder 1.9in (5cm).
Olympia-Le-Tan-dompet-pensil
Olympia-Le-Tan-dompet-pensil2
Olympia-Le-Tan-dompet-pensil3

Bagikan:

Seorang Tunawisma mengembalikan Dompet Berisi Uang Ratusan Poundsterling

Sebuah dompet di bangku taman. Foto oleh metro.co.uk

Sebuah dompet di bangku taman. Foto oleh metro.co.uk

Seorang pria tunawisma menjadi pahlawan lokal dan buah bibir di Pennsylvania, Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan, ia telah mengembalikan dompet yang ia temukan di sebuah bangku, yang di dalamnya berisi uang tunai 250 poundsterling, atau setara dengan 5 juta rupiah. Dompet itu milik seorang single parent satu anak yang tengah berjuang melawan penyakit kanker otak yang dideritanya.

Pria tunawisma tersebut mengaku menemukan dompet di bangku di State College, Pennsylvania. Ia lalu mengirimkan pesan singkat ke direktur penampungan tunawisma tempat ia tinggal. Tunawisma yang tinggal di dalamnya disediakan handphone untuk memudahkan berkomunikasi.

Ashton Munoz dari Lembaga Hati untuk Tunawisma yakni organisasi tempat penampungan tunawisma mengutarakan, pria tunawisma itu mengirim pesan singkat menyampaikan menemukan dompet berisi uang. Munoz menceritakan, ‘Ia berkata, “Saya menemukan sebuah dompet. Ada uang di dalamnya.”’

“Saya lalu mendatangi penemu dompet tersebut dan mengidentifikasi pemilik dompet tersebut,” terangnya dikutip dari Metro, Rabu (24/6/2015). Pemiliknya adalah seorang ibu berusia jelang 30 tahun yang seorang single-parent dari satu orang anak. Ibu tersebut sedang menderita kanker otak. Ibu itu mengaku pergi ke taman untuk bersantai. Saat santai, dompetnya diletakkan di bangku taman. Lalu ia lupa membawanya pulang.

“Ketika ia kembali beberapa jam kemudian, hatinya sedih karena dompetnya hilang,” terang Munoz.

Berita mengenai ditemukannya dompet berisi uang oleh seorang tunawisma tersebut disiarkan melalui website televisi lokal setempat, WJAC-TV. Setelah diberitakan, banyak pemirsa yang memuji tindakan tunawisma yang menemukan dompet tersebut. Rota Showalter Detwiler, salah satu pemirsa mengatakan tak menyangka jika banyak orang baik di dunia ini.

Keduanya, sang tunawisma penemu dompet dan sang ibu yang kehilangan dompet, menolak untuk disebutkan namanya.

Bagikan:

Membaca Karakter Pria Berdasarkan Isi Dompetnya

Jika anda perempuan dan ingin menilai karakteristik seorang pria, anda bisa menilainya dengan melihat isi dompetnya. Isi dompet bisa dijadikan sebagai bahan penilaian walaupun tidak bisa menilai seluruh kepribadian pria. Menurut Rob Ronin, seorang psikolog dan konsultan finansial dari Amerika Serikat, memberikan penjelasan mengenai karakter pria berdasar isi dalam dompetnya.

  • Jika dompet dipenuhi kartu kredit dari minimal tiga bank, itu menandakan dia tipe pria yang hobi mengejar status sosial. Ia amat ambisius dan percaya diri. Tak mengherankan jika ia bisa mencapai target finansialnya.
  • Jika selalu tersedia uang tunai yang cukup banyak dan seringkali membayar dengan uang tunai, maka ia termasuk tipe mandiri dan tidak neko-neko. Dia juga cenderung cepat merasa puas diri sehingga kerap bersikap santai dalam mencari uang.
  • Jika dompetnya hanya berisi kartu identitas dan struk-struk pembelian, maka hal ini menunjukan dia tipe yang selalu bergantung pada orang lain dan berharap untuk selalu dilayani.
Bagikan:

Nasib Naas: Mencopet Dompet Kosong Malah Di-Dor Polisi

Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang sangat cocok ditujukan kepada Iyan (37), seorang pencopet dompet yang isinya kosong, dan dihadiahi dua pelor panas oleh polisi.

Aksi kejahatan jalanan itu dilakukan di kawasan Pasar 16 Ilir, Palembang, pukul 10.00 WIB. Pelaku kepergok mencopet dompet pengujung pasar. Melihat dompet copetannya kosong ,Iyan terkejut, lebih terkejutnya lagi ternyata aksinya diketahui polisi. Pelaku langsung kabur. Namun naas, dua pelor panas bersarang di betis kirinya.

“Saya itu nemu dompet itu, bukan jadi copet. Dompetnya juga kosong tidak ada uangnya,” kelit pelaku Iyan saat ditemui wartawan di Mapolresta Palembang.

Lebih lanjut, warga Jalan Faqi Usman Lorong Lebak, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan SUI, Palembang ini mengaku tidak mengetahui dompet itu milik siapa. Dia kabur karena disangka polisi copet.

“Saya tidak tahu, saya bukan copet. Tidak tahu dompet itu punya siapa,” terangnya.

Namun begitu, Kanit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang Iptu Robert P Sihombing mengenalinya sebagai copet. Bahkan, polisi dari Polresta Palembang mengaku telah menjadikan Iyan sebagai Target Operasi (TO).

“Pelaku adalah spesialis copet di kawasan Pasar 16 Ilir. Kami telah lama mengincar pelaku, hingga berhasil menangkap basah saat dia beraksi,” tukasnya.

Sumber: Sindonews.

Bagikan:

Kisah Sukses Bisnis Kulit ‘Kalong’

Berikut ini adalah kisah sukses dari seorang mantan karyawan yang sudah di-PHK dari perusahaannya. Pria tersebut adalah Sutarmanto, yang berada di kota hujan, Bogor. Dia adalah mantan manager PPIC pada perusahaan jaket kulit milik asing. Perusahaan asing tersebut berlokasi di Tangerang dan merupakan penyuplai produk fashion untuk merk ternama seperti Pierre Cardin, Tommy Hilfiger, Burton, Harley Davidson dan lain-lain. Akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997, perusahaan tersebut memutuskan untuk merelokasi pabriknya ke China. Sehingga para pekerjanya, termasuk Sutarmanto, ikut diberhentikan.

Karena tak lagi memiliki pekerjaan tetap, Sutarmanto mulai bisnisnya sendiri. Sebelum terjun ke dia sempat membuka bisnis donat tetapi tak mampu bertahan lama.

“Setelah berhenti kerja, saya sempat jualan donat yang saat itu sedang booming. Saya jual ke sekolah-sekolah. Tetapi kemudian 2-3 tahun menurun penjualannya karena sudah banyak yang bikin sampai akhirnya tidak laku,” ujarnya.

Pertengahan 2000, dengan modal awal sekitar Rp 24 juta yang diambil dari uang pesangonnya dan pengalaman selama bekerja di pabrik busana kulit, Sutarmanto mulai bisnis produk kulit dengan memproduksi jaket dan celana kulit. Dia juga mengajak rekan-rekannya yang dulu sama-sama bekerja di pabrik, seperti tukang pola, tukang potong, penjahit, dll.

“Saya menghubungi teman-teman yang dulu sama-sama kerja di pabrik itu dan sedang menganggur. Kita mencoba membuat produk jaket kulit yang kualitasnya sama dengan standar pabrik untuk ekspor,” kata dia.

Setelah berhasil membuat contoh produk, jaket dan celana kulitnya pun dia pajang disebuah ruko kecil dengan ukuran 2×5 meter. Dari tempat itulah banyak orang yang mulai tertarik dan memesan produknya.

Sutarmanto kemudian resmi menggunakan merk ‘Kalong‘ pada produk-produk yang dibuatnya. Hal ini bukan lantaran dia menggunakan kulit kalong sebagai bahan baku, melainkan ketika awal membuka bisnisnya, para penjahit biasa bekerja hingga larut malam sehingga disebut seperti kalong yang biasa beraktivitas pada malam hari.

Setelah sukses dengan jaket dan celana kulit, Sutarmanto melebarkan sayap dengan memproduksi produk lain sesuai dengan permintaan dari para pelanggan seperti sepatu, dompet, tas, ikat pinggang, sarung tangan, dan lain-lain.

Untuk kisaran harga, jaket dijual dengan harga Rp 650 ribu s/d Rp 3 juta, sepatu Rp 400 ribu s/d Rp 500 ribu, sarung tangan Rp 100 ribu s/d Rp 250 ribu, topi Rp 100 ribu s/d Rp 250 ribu, dompet Rp 200 ribu s/d Rp 500 ribu, ikat pinggang Rp 350 ribu s/d Rp 600 ribu, tas wanita Rp 700 ribu s/d Rp 4 juta, dan tas pria Rp 1,5 juta s/d Rp 3 juta.

Kulit kambing, sapi dan domba digunakan sebagai bahan bakunya. Kulit-kulit tersebut lalu disamak atau dititipkan untuk dimasak ke pabrik besar sesuai dengan standar yang diinginkan. Disamping itu, Sutarmanto juga mendatangkan bahan baku dari suplier kulit yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Selain dari lokal, kulit-kulit tersebut juga diimpor dari negara lain seperti Korea Selatan dan Italia. Setidaknya per bulan Sutarmanto membutuhkan 1.000 lembar kulit.

“Biasanya mereka datang langsung. Kalau melihat website kami hanya ingin tahu keberadaan tempatnya. Kalangannya dari semua usia. Kalau remaja suka yang model fashion, kalau pekerja kantor biasanya yang model proteksi berkendara, kalau staf pemerintahan biasanya yang semi jas,” jelasnya.

Meski tak pernah sepi pelanggan, namun menurut Sutarmanto, ada momen-momen tertentu yang biasanya banyak orang yang membeli produk kulit, khususnya jaket kulit yaitu jelang lebaran dan liburan. Hal ini karena pada kedua moment tersebut banyak orang butuh jaket untuk berkendara jarak jauh.

Dari segi kualitas, Sutarmanto berani membandingkan dengan produk kulit sejenis. Dengan harga yang relatif lebih mahal, dia berani menjamin bahwa para pelanggan akan lebih puas ketimbang membeli produk lain yang harganya jauh lebih murah.

“Meski semua Kulit semua bahannya hampir sama tetapi ada yang memasaknya sudah bagus dan ada yang standar lokal biasanya mengejar harga murah. Kalau yang murah biasanya dipakai sebulan saja sudah kusut atau menyusut dan bau. Kalau produk kami jaminan tidak bau, tidak luntur, tidak mudah menyusut,” ungkapnya.

Dalam menjalankan suatu bisnis, tentunya terdapat kendala yang harus dihadapi. Sutarmanto sendiri mengakui bahwa kendala terbesar adalah mencari tenaga kerja penjahit yang menguasai bahan kulit.

Saat ini, dia sudah memiliki tiga outlet yang semuanya berlokasi di Bogor, Jawa Barat, dengan 15 orang karyawan. Rata-rata tiap outlet bisa menjual 200 item produk per bulan. Produk yang paling laris adalah jaket kulit, dengan pelanggan dari Bogor, Jakarta, Kalimantan, dan Sumatera. Tahun depan rencananya Sutarmanto akan membuka outlet baru agar terus berkembang.

“Kelihatanya akan bagus sebab pengendara motor makin banyak, dan orang semakin tahu kalau pakai jaket kulit asli lebih awet bisa sampai 20 tahun. Kalau yang sintetis paling 1 tahun,” kata dia.

Sutarmanto juga berharap agar produk-produk kulitnya tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal tetapi juga bisa di-ekspor ke negara lain.

“Memang ada rencana untuk ekspor tetapi itu oleh pihak ketiga. Sementara fokus pasar lokal saja,” tandas dia.

Sumber: Liputan6.com

Bagikan: