B-Bag, Tas Cantik dari Ban Bekas

B-Bag
Sekelompok mahasiswa Jurusan Desain Produk Industri (Despro) dan Desain Interior ITS Surabaya yang membuat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul B-Bag. PKM di bidang kewirausahaan itu ialah produk tas yang terbuat dari bahan dasar ban bekas.

Produk tersebut pertama kali dibuat oleh Dinna Alief Nugrahani, Amatul Firdhausyah, Sekar Annisa, Imaniar Vanda Sandria, dan Ida Bagus Widnyana. Bahannya boleh saja dari limbah. Tetapi penampilan tas ini enggak kalah cantik dibandingkan dengan tas kulit profesional.

Soal kekuatan, B-Bag ini bisa diadu dengan tas berbahan kulit. Bahan dari ban juga tahan air layaknya bahan dari kulit. B-Bag juga tidak perlu perawatan khusus layaknya tas kulit, sehingga tak menguras isi kantong anda.

Untuk mempercantik tampilan B-Bag agar lebih cantik, Dinna dan rekannya memilih motif tenun dan ikat khas Indonesia. Dinna mengungkapkan, “Kami tidak menggunakan motif batik karena sudah banyak di pasaran. Karena tahun ini motif kain geometris lagi tren, kami gunakan motif geometris juga, namun yang khas Indonesia.”

Dalam sehari, mereka mampu memproduksi tas sebanyak dua hingga tiga buah. Pada mulanya mereka mengaku kesusahan menemukan pengrajin tas yang bisa membantu untuk membuat B-Bag karena karakter ban yang lebih alot dan lebih tebal daripada kulit. Mesin jahit yang digunakan untuk menjahit bahan dari ban-pun harus bekerja lebih keras daripada ketika menjahit bahan dari kulit, sehingga harga yang dipatok pengrajin pun lebih mahal.

Sebuah B-Bag dipatok dengan harga mulai dari Rp 180 hingga 275 ribu. B-Bag pun telah dipasarkan secara online melalui situs jejaring sosial, seperti di Facebook dan Instagram. Jika anda berminat, anda bisa mencari di jejaring sosial dengan nama @Bbagindonesia.

Bagikan:
Posted in: Tas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *